Pak Ardi, guru Bahasa Indonesia kelas 8 yang melek teknologi, menggunakan LMS dengan berbagai media pembelajaran seperti video pendek, slide interaktif, dan kuis daring. Di awal semester, ia juga mengumpulkan minat murid sebagai bahan pengembangan materi. Namun, setelah beberapa bulan, ia menyadari bahwa meskipun aktivitas pembelajaran berjalan, kualitas diskusi daring rendah, murid hanya membaca ulang materi saat presentasi, dan refleksi murid sangat normatif dan dangkal. Dalam proses refleksi awal ini, Pak Ardi berdiskusi dengan rekan guru Bahasa Indonesia lainnya di sekolah. Mereka bersama-sama mengidentifikasi bahwa masalah serupa muncul di kelas lain: murid kurang terlibat secara kritis dan refleksi masih minim. Diskusi ini menjadi titik awal untuk melakukan inkuiri kolaboratif antar guru Bahasa Indonesia guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan refleksi murid. Bersama rekan guru Bahasa Indonesia, Pak Ardi merancang strategi pembelajaran yang lebih terintegrasi dan berpusat pad...
Komentar
Posting Komentar