Kasus 1
Sebuah SMK dikenal memiliki murid-murid kreatif dan produktif, terutama di jurusan Perfilman. Namun, di tengah semangat pengembangan kompetensi abad 21, muncul tantangan serius: murid kelas XI Perfilman merasa kelelahan karena banyaknya tugas dari berbagai mata pelajaran yang sering diberikan secara bersamaan. Setiap guru memberikan tugas berbasis proyek sesuai capaian masing-masing-mulai dari membuat video sejarah, menulis teks eksposisi, membuat sinopsis dalam bahasa Inggris, hingga mengerjakan script untuk sinematografi. Sayangnya, semua tugas tersebut diberikan secara terpisah. Akibatnya, murid merasa terbebani, kehilangan motivasi, dan hanya fokus menyelesaikan tugas demi nilai, bukan karena pemahaman yang mendalam sebagai hasil keterlibatan mereka. Menyadari situasi ini, empat guru dari mata pelajaran Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Sinematografi memulai siklus inkuiri kolaboratif dengan melakukan identifikasi terhadap permasalahan pembelajaran yang ada, yakni rend...